The King of Sprint Asia Tenggara akan ikut serta dalam Bali Audax 2011

The Won 0f ASEAN Games in Manila in 1988 , 200 m sprint and 1,000 m ITT (individual time trial).

Puspita 1

PUSPITA MUSTIKA ADYA : Raja Sprint Asia Tenggara Asal Malang

by Puspita Mustika on Friday, 22 October 2010 at 15:44

Tidak ada yang menyangka bocah kecil asal Malang, Jawa Timur, yang gemar bersepeda dan mencuri tebu di lori-lori pabrik gulan di Kota Apel tersebut bisa menjadi “raja sprint” Asia Tenggara.

Tak hanya itu, sosok yang bernama Puspita Mustika Adya ini juga berulang kali mendapatkan penghargaan sebagai pelatih terbaik di cabang olah raga balap sepeda. Berawal pada tahun 1978, ketika pemuda yang akreb dipanggil Mas Pus ini duduk di bangku kelas enam SD memenangi perlombaan balap sepeda antarsekolah dasar di kota Malang. Lomba yang berlangsung di Universitas Brawijaya itu merupakan ajang selingan dari lomba adu balap go kart yang digelar Tinton Suprapto.

Setelah memenangi beberapa perlombaan, Puspita memutuskan peruntungan di nomor lain, yaitu mini cross atau biasa disebut dengan nama BMX. Kembali pria kelahiran Malang 44 tahun silam ini menjadi jawara. Raihan prestasi tersebut mengantarkannya ke Kota Surabaya untuk mengikuti lomba balap sepeda se Jawa Timur dan ia pun kembali mengulang sukses. Sejak itu namanya melambung ke seantero belahan timur pulau Jawa tersebut.

Tahun 1983 Puspita terdaftar sebagai wakil Jawa Timur di ajang Tour de Java. Sukses melewati ajang tersebut, di usia 17 tahun, Puspita sudah masuk pelatnas. Di tahun yang sama, ia sudah dikirim ke Filipina untuk mengikuti kejuaraan Asia. Meski hanya meraih posisi empat di jarak 200 m sprint, ia mengaku puas.

“Dari situ saya kembali dilatih dan difokuskan di nomor trek,” kata pria yang lahir 28 April 1966 ini. Tahun 1985 Puspita menjadi salah satu dari lima orang yag dikirim ke luar negeri untuk menjalani latihan. Dirinya focus pada nomor trek, sedaqngkan rekannya yang lain di nomor road race.

Dengan dukunagn kedua orang tuanya ia terus berlatih dan mengikuti berbagai kejuaraan, baik nasional maupun internasional. Walaupun tidak tampil sebagai juara di beberapa ajang bergengsi, ia tidak pantang menyerah. Ia terus berusaha hingga akhirnya mampu menjuarai ASEAN Cup Manilatahun 1988 untuk dua nomor sekaligus, 200 m sprint dan 1.000 m ITT (individual time trial).

Tidak pus sampai di situ, ayah dua orang anak ini terus menggenjot kemampuannya hingga meraih sukses dengan meraih medali emas jarak 1.000 m ITT pada SEA Games 1989. Tak hanya mengalahkan pebalap Malaysia, ia juga memecahkan rekor dengan catatan waktu 1.08,88”.

Satu tahun setelah berlaga di Asian Games 1990 Beijing, Cina, dan meraih peringkat empat 1.000 m ITT, Puspita memutuskan untuk berhenti sebagai atlet. Alasannya? “pendapatan minim, sementara saya ingin mempunyai masa depan yang cerah,” jawabnya.

Kendati begitu, dia tidak lantas meninggalkan cabang olah raga yang berjasa melambungkan namanya. Puspita beralih sebagai asisten pelatih pelatnas sembari bekerja di beberapa perusahaan dan membuka usaha toko sepeda.

Ilmu pelatih juga dipelajari dengan serius. Peraih penghargaan Atlit terbaik Jawa Timur 1984 ini mengikuti beberapa kursus kepelatihan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tahun 1993, 1997, dan 2002 ia mendapatkan sertifikat dari IOC Cycling Course dan terpilih sebagai The Best Indonesia Coach. Puspita terakhir menjadi pelatih nasional saat Indonesia berlaga di SEAG 2007, Nahkon Ratchasima, Thailand.

Berbekal pertemanannya selama kurang lebih 30 tahun menggeluti dunia sepeda, tahun 2008, Puspita menerima tawaran menjadi pelatih di Brunei Darussalam. Baru tiga hari menjadi pelatih ia mendapat musibah.

“Saya sedang mengawal para atlet yang hendak pulang ke arah Bandar Seri Begawan saat latihan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba saya ditabrak mobil dari belakang yang dikemudikan oleh tentara,” kata penyantap rujak cingur tersebut.

Akibat kecelakaan ini, ia koma selama empat hari, tiga bulan mengalami amnesia, dan harus menjalani perawatan selama empat bulan di rumah sakit.

“Desember 2008 saya dinyatakan sembuh dan kembali melatih di sana. Namun, baru lima bulan melatih saya merasa ada masalah di kepala. Setelah diperiksa, dokter memutuskan saya harus kembali menjalani operasi kepala,” kata mantan atlet pelatnas ini.

Keinginan kuat untuk sembuh membuat dirinya seakan-akan sedang berada di suatu event perlombaan balap sepeda. “Saya harus berusaha agar bisa menyelesaikan “perlombaan” ini. Saya ingat pesan almarhum ayah saya yang mengatakan ada start, ada finis. So, saya harus menjalaninya,” kata Puspita akan prahara terbesar dalam hidupnya itu.

-Dede Isharrudin/Nicolas Wiharo Utomo-

Tulisan ini pernah dimuat di Tabloid Bola dan situs Indonesia-Cycling.com?

Data Diri:

Nama: Puspita Mustika Adya

Lahir: Malang, 28 April 1966

Agama: Islam

Nama Istri: Desiyanti

Nama Anak:

1 Pradestya Mustika Sitaputri

2 Arifqie Dwiputra Mardhika

Orangtua:

-Ayah: Alm. P. Prawita.

-Ibu: Alm. Reny Wediati.

Tinggi: 170 cm

Berat: 84 kg

Hobi: Gowes/sepeda, nonton film, menulis

Makanan Favorit: Rujak cingur dan Tahu campur

Minuman Favorit: Kopi

Pekerjaan:

-Distributor CCN untuk Indonesia

-Pemilik merek sepeda Puspita Cycles

-pemilik dan Penulis di situs Indonesia-cycling.com

Data Prestasi

1978 : Minicross/BMX di Malang

1978 – 1983 : Juara Balap Sepeda Jawa Timur

1983 – 1991 : Pelatnas Balap Sepeda

1991 – 1999 : Pelatih Balap Sepeda Jawa Timur dan Nasional

1999 – 2006 : Pelatih dan Pengurus Pengda ISSI Jawa Barat

2004 – 2006 : Professional Management & Coaching , Marcopolo Team-Holland ,Continental Team UCI

Prestasi Internasional :

1983 : Juara. 4 200m Sprint Kejuaraan Asia Manila.

1985 : Juara 2 200m Sprint dan 1000m ITT Sea Games Bangkok.

1986 : Rangking 4 Sprint Asian Games Soul – Korea

1987 : Juara 2 No. 200m Sprint dan 1000mITT Sea Games Jakarta

1988 : Juara 1 No. 200m dan 1000m ITT Asean Cup Manila

1989 : Juara 1 No. 1000m ITT Record 1.08,88” Sea Games Malaysia.

Juara 3 Sprint SEA Games Kuala Lumpur-Malaysia.

1990 : Ranking 4 1000 ITT Asian Games Beijing, China

1991 : Juara 1 No.4800m Massed Start dan Juara 2 No 1000m ITT, Sea Games Manila

Juara 1 No. 1000m ITT Arafuru Games, Australia, 200m Sprint dan 1600 Massedstart

Prestasi Pelatih :

* Sertifkat IOC Cycling Course tahun 1993,1997 dan 2002 (The Best Indonesia Coach)

* Sertifikat UCI World Cycling Center -Aigle Swiss Coaching  Course tahun 2006

* Pelatih balap sepeda Asian Games 2006, Doha, Qatar.

* Pelatih balap sepeda SEAG 2007, Thailand.

Penghargaan :

* Atlit Terbaik Jawa Timur 1984

* Bintang Kelas 3 Olahraga tahun 1988

* Atlit Terbaik Invitasi Blap Sepeda SIWO

* PWI Jaya tahun 1988-1990

?

Top